INJIL MARKUS
I.
Pendahuluan
Alkitab adalah firman Allah yang terdiri
dari dua bagian yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Didalam perjanjian
baru terdapat injil sinoptik yang didalamnya terdiri dari empat kitab yaitu
Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Pada minggu yang lalu kita telah membahas salah
satu kitab dari injil sinoptik yaitu Matius. Pada kesempatan kali ini kami para
penyaji ingin memaparkan tentang kitab injil Markus. Semoga sajian ini juga
dapat menambah wawasan pengetahuan kita bersama mengenai kitab Markus.
II.
Pembahasan
2.1
Latar Belakang Kitab Markus
Injil Markus adalah Injil kedua dibagian
Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Meskipun ini merupakan kitab kedua,
banyak pakar mengganggap kitab ini sebagai kitab yang ditulis paling awal
diantara kitab-kitab di Perjanjian Baru.injil Markus digolongkan ke dalam Injil
Sinoptis bersama-sama Injil Matius dan Injil Lukas.[1]
Sekarang ini Markus dianggap sebagai
Kitab Injil yang pertama ditulis, bahkan diakui sebagai sumber pokok bagi kedua
injil sinoptik lainnya. Berhubungan dengan ini terjadi perhatian yang lebih teliti dari pada
sebelumnya terhadap injil Markus. Pada masa lalu Injil Markus sering diabaikan
oleh Jemaat. Hal ini tidak mengherankan sebab kedua Kitab Injil tersebut
mengandung bagian terbesar dari bahan dalam Injil Markus dan disamping itu
masih terdapat informasi lainnya, sehingga Injil Markus segera dianggap sebagai
versi yang dipersingkat dari Injil Matius.[2]
2.3
Arti dan Makna Kitab Markus
Maksud
pengarang di nyatakannya sekaligus dalam kalimatnya yang pertama. Kalimat itu
singkat dan padat isinya, yaitu “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus,
Anak Allah “.Yesus tukang kayu yang mati di salib itu, sebenarnya tak lain
daripada Mesias, Anak Allah sendiri. Kata “injil”menyatakan sifat berita ini.
Jika di periksa latar belakangnya, nyatalah bahwa kata ini dalam Perjanjian Lama
di gunakan pada mulanya untuk kabar kemenangan dalam perang (misalnya 2 sam.18:19).Di
dalam kitab nabi-nabi kata ini di tujukan kepada Allah, Dengan arti;”Kabar baik
tentang Kemenagan Allah”Di dalam lingkungan kebudayaan Yunani, euanggelion di pakai untuk kabar
kelahiran raja ataupun titah-titah raja sebab dengan kelahiran itu, muncullah
keslamatan untuk rakyat[3]
2.4 Penulisan dan Waktu Penulisan
Menurut
cerita-cerita kuno yang berasal dari abad ke 2 Masehi, penulis kitab Injil
markus adalah seorang yang bernama Markus. Ia adalah seorang teman petrus, yang
selalu secara cermat mendengarkan khotbah-khotbah petrus Markus adalah teman
dan penafsir (di duga : penerjemah ) dari Petrus yang ia temani dalam
perjalanan-perjalanan penginjilannya. Markus katanya telah menuliskan
ajaran-ajaran Petrus dari ingatannya setelah kematiannya [4]
yang kemudian di tulisnya dalam bentuk kitab Injil. Ia menulis kitab itu di
Roma.Orang yang namanya “Markus”itu kemungkinan besar adalah orang yang di
sebut dalam kis 12:12,15; 15:37-39;2 Tim 4:11; 1 Petr 5:13.Cerita kuno itu
mungkin benar, meskipun hanya sebagian saja.[5]
Ada dugaan bahwa kesengsaraan dan
penganiayaan yang sering di sebut dalam injil Markus memberi gambaran bahwa
para pembacanya sedang di tindas oleh karna iman mereka kepada Kristus (8:34-38;10:33-34,45; 13:8-13).jika
dugaan ini benar Injil Markus ditulis
antara tahun 60 dan 70 M kitab Injil tersebut berdasarkan pendiktean Petrus,
dan Injil ini di tulis setelah kematian Petrus.[6]
2.5 Tujuan
Penulisan
Markus memperkenalkan Yesus sebagai
Putra Allah dan Mesias, hamba yang menderita. Ketika identitas dan misi
penderitaan Yesus di nyatakan dengan jelas kepada kedua belas murid-nya. Bagian
pertama Kitab Injil ini memusatkan perhatian terutama kepada mukjizat luar
biasa yang di lakukan Yesus dan pada kuasa-Nya atas penyakit dan setan-setan
sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah sudah
dekat.
Injil Markus bukanlah untuk menuliskan
sebuah biografi Tuhan Yesus. Injil ini di tulis untuk memperkenalkan Yesus
kepada para pembaca bahwa Allah adalah Allah yang bertindak dan berbuat. Untuk
tujuan ini Markus memilih dengan mengutamakan cerita tentang
perbuatan-perbuatan dan pekerjaan Tuhan Yesus yang besar. Ia memilih teks-teks
penting untuk menjelaskan siapa Yesus yang sesungguhnya. Markus juga hendak
mengingatkan para pembacanya bahwa dalam situasi yang sulit atau dalam
penganiayaan , Tuhan adalah setia, Allah pasti mendengarkan doa mereka dan dan
hendak menguatkan iman mereka dengan memberi keyakinan bahwa Allah akan terus
bekerja melalui kesaksian iman mereka[7]
2.6. Isi dan Struktur Kitab
2.6.1 Isi Kitab Markus[8]
Dibandingkan dengan keempat kitab Injil
yang lain, Markus merupakan injil yang terpendek dan mungkin juga yang paling
tertua. Bahasanya sederhana, tetapi kisahnya penuh daya Injil matius dan lukas
banyak memakai bahan yang ada dalam markus namun mereka mengembangkan dan menyusun
bahan bahan itu secara berbeda. Injil Markus banyak berkisah tentang karya
Yesus, termasuk mukjizat dan penyembuhan yang di lakukannya.Namun dalam
pandangan Markus Mukjizat Yesus yang terbesar adalah sengsara dan kematiannya
orang pertama yang memahami mukjizat ini adalah kepala pasukan Roma yang ketika
melihat Yesus mati di Salib berkata “Sungguh orang ini adalah Anak Allah
“(15:39) [9] Kisah
sengsara Yesus yang ada di hadapan Markus dan yang di perluasnya, barang kali
pada mulanya di mulai di pasal 14:1 kisah ini di susun dengan jalan
menyambungkan apa yang mulanya merupakan tradisi –tradisi lepas yang ditulis
mundur dari Salip. Sejarah yang muncul dari dalam cara ini mengisahkan jalan
Yesus ke Salip mulai dari pasal 14(bnd.bag.11,3c)Markus memiliki aneka ragam
tradisi atau bentuk.Ia menceritakan perbuatan-perbuatan
Yesus(penyambuhan-penyembuhan,membangkitkan orang dari kematian, menenangkan
badai, berjalan di atas air, memberi makan 5000 orang dll).
2.6.2
Struktur Kitab Markus
a.
Pendahuluan
(Mrk 1:1-13)[10]
1:1-8 Pelayanan Yohanes Pembabtis
1:9-11 Yesus di babtis
1:12-13 Yesus di cobia
b.
Pelayanan
di Galilea (Mark 1:14-7:23)
1:14-20 Pemanggilan para murid
1:21-3:35 Mukjizat Penyembuhan
4:1-34 Yesus mengajar melalui perumpamaan
4:35-5:43 Mukjizat penyembuhan
6:1-6 Penolakan di Nazaret
6:6b-56 Yesus mengadakan mukjizat
c.
Pelayanan
di sebelah Utara (Mark 7:24-9:50)
7:24-8:38 Yesus mengadakan mukjizat
9:2-13 Yesus di muliakan di atas gunung
9:14-32 Yesus menyembuhkan orang sakit
d.
Pelayanan
Yesus di Yudea (Mark 10:1-13:37)
9:33-12:14 Pengajaran Tuhan Yesus
13:1-37 Khotbah tentang akhir zaman
e.
Minggu-minggu
terakhir di yerusalem (Mark 14:1-16:8)
14:1-15:15 Yesus dikhianati, ditangkap dan diadili
15:16-47 Yesus di salibkan
16:1-8 Yesus bangkit
f.
Penutup
(Mark 16:9-20)
16:9-20 Misi
sedunia
2.7. Ayat Yang Menarik
Menurut
kami para penyaji ayat yang menarik yaitu
Markus 16:20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil keseluruh penjuru,
dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang
menyertainya”.dimana pada Ayat ini kita sebagai murid Yesus tidak perlu takut
untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan karna Tuhan turut bekerja dalam hidup
dan setiap langkah kita.
III.
Kesimpulan
Dari penjelasn yang diatas dapat kami
menyimpulkan, bahwa Injil Markus ini juga merupakan bagian dari Injil Sinoptik,
Injil Markus adalah kitab tertua dan terpendek, serta Injil Markus merupakan
sumber utama yang dituliskan oleh Markus. Kitab ini berisi ucapan-upacapan
Yesus, dan merupakan suatu dasar untuk kehidupan orang Kristen.
IV.
Daftar
Pustaka
AKITAB
edisi studi , Lembaga Alkitab Indonesia,
Jakarta: 2013
John Drane, Memahami
Perjanjian Baru, Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2003
Marulak Pasaribu, Eksposisi Injil Sinoptik , Jawa Timur, 2005
M.E.Duyverman, Pembimbing
ke Dalam Perjanjian Baru , Jakarta:BPK Gunug Mulia,2003
Richard W.
Haskin,Pengantar Pengantar Perjanjian Baru, 2009
S.wismoady Wahono, Disini kutemukan , Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2002
Willi Marxsen,Pengantar
Perjanjian Baru, Jakarta Gunung Mulia,2009
[2]
John Drane, Memahami Perjanjian Baru,(Jakarta:BPK
Gunung Mulia, 2003), 207
[3] M.E.Duyverman,
Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru ,(Jakarta:BPK
Gunug Mulia,2003), 50
[4]
Willi Marxsen,Pengantar Perjanjian Baru,(Jakarta
Gunung Mulia,2009), 172
[5]
S.wismoady Wahono, Disini kutemukan (Jakarta:BPK
Gunung Mulia, 2002), 371
[6]
John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Jakarta:Gunung
Mulia, 2008), 214
[7]
Marulak Pasaribu, Eksposisi Injil
Sinoptik (Jawa Timur, 2005), 160
[8] Richard W. Haskin,Pengantar Pengantar Perjanjian Baru(Jakarta, 2004), 134
[9]
AKITAB edisi studi ,Lembaga Alkitab
Indonesia (Jakarta, 2013) 1618
[10]Marulak
pasaribu, Eksposisi Injil Markus (Jawa
Timur,2005)162
Tidak ada komentar:
Posting Komentar