Rabu, 02 Agustus 2017

Injil Markus


INJIL MARKUS
I.                        Pendahuluan
Alkitab adalah firman Allah yang terdiri dari dua bagian yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Didalam perjanjian baru terdapat injil sinoptik yang didalamnya terdiri dari empat kitab yaitu Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Pada minggu yang lalu kita telah membahas salah satu kitab dari injil sinoptik yaitu Matius. Pada kesempatan kali ini kami para penyaji ingin memaparkan tentang kitab injil Markus. Semoga sajian ini juga dapat menambah wawasan pengetahuan kita bersama mengenai kitab Markus.
II.                     Pembahasan
2.1  Latar Belakang Kitab Markus
Injil Markus adalah Injil kedua dibagian Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Meskipun ini merupakan kitab kedua, banyak pakar mengganggap kitab ini sebagai kitab yang ditulis paling awal diantara kitab-kitab di Perjanjian Baru.injil Markus digolongkan ke dalam Injil Sinoptis bersama-sama Injil Matius dan Injil Lukas.[1]
Sekarang ini Markus dianggap sebagai Kitab Injil yang pertama ditulis, bahkan diakui sebagai sumber pokok bagi kedua injil sinoptik lainnya. Berhubungan dengan ini terjadi  perhatian yang lebih teliti dari pada sebelumnya terhadap injil Markus. Pada masa lalu Injil Markus sering diabaikan oleh Jemaat. Hal ini tidak mengherankan sebab kedua Kitab Injil tersebut mengandung bagian terbesar dari bahan dalam Injil Markus dan disamping itu masih terdapat informasi lainnya, sehingga Injil Markus segera dianggap sebagai versi yang dipersingkat dari Injil Matius.[2]

        2.3   Arti dan Makna Kitab Markus
Maksud pengarang di nyatakannya sekaligus dalam kalimatnya yang pertama. Kalimat itu singkat dan padat isinya, yaitu “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah “.Yesus tukang kayu yang mati di salib itu, sebenarnya tak lain daripada Mesias, Anak Allah sendiri. Kata “injil”menyatakan sifat berita ini. Jika di periksa latar belakangnya, nyatalah bahwa kata ini dalam Perjanjian Lama di gunakan pada mulanya untuk kabar kemenangan dalam perang (misalnya 2 sam.18:19).Di dalam kitab nabi-nabi kata ini di tujukan kepada Allah, Dengan arti;”Kabar baik tentang Kemenagan Allah”Di dalam lingkungan kebudayaan Yunani, euanggelion di pakai untuk kabar kelahiran raja ataupun titah-titah raja sebab dengan kelahiran itu, muncullah keslamatan untuk rakyat[3]

  2.4    Penulisan dan Waktu Penulisan
Menurut cerita-cerita kuno yang berasal dari abad ke 2 Masehi, penulis kitab Injil markus adalah seorang yang bernama Markus. Ia adalah seorang teman petrus, yang selalu secara cermat mendengarkan khotbah-khotbah petrus Markus adalah teman dan penafsir (di duga : penerjemah ) dari Petrus yang ia temani dalam perjalanan-perjalanan penginjilannya. Markus katanya telah menuliskan ajaran-ajaran Petrus dari ingatannya setelah kematiannya [4] yang kemudian di tulisnya dalam bentuk kitab Injil. Ia menulis kitab itu di Roma.Orang yang namanya “Markus”itu kemungkinan besar adalah orang yang di sebut dalam kis 12:12,15; 15:37-39;2 Tim 4:11; 1 Petr 5:13.Cerita kuno itu mungkin benar, meskipun hanya sebagian saja.[5] Ada dugaan bahwa  kesengsaraan dan penganiayaan yang sering di sebut dalam injil Markus memberi gambaran bahwa para pembacanya sedang di tindas oleh karna iman mereka kepada  Kristus (8:34-38;10:33-34,45; 13:8-13).jika dugaan ini benar Injil Markus  ditulis antara tahun 60 dan 70 M kitab Injil tersebut berdasarkan pendiktean Petrus, dan Injil ini di tulis setelah kematian Petrus.[6]



  2.5  Tujuan Penulisan
           Markus memperkenalkan Yesus sebagai Putra Allah dan Mesias, hamba yang menderita. Ketika identitas dan misi penderitaan Yesus di nyatakan dengan jelas kepada kedua belas murid-nya. Bagian pertama Kitab Injil ini memusatkan perhatian terutama kepada mukjizat luar biasa yang di lakukan Yesus dan pada kuasa-Nya atas penyakit dan setan-setan sebagai tanda bahwa Kerajaan  Allah sudah dekat.
    Injil Markus bukanlah untuk menuliskan sebuah biografi Tuhan Yesus. Injil ini di tulis untuk memperkenalkan Yesus kepada para pembaca bahwa Allah adalah Allah yang bertindak dan berbuat. Untuk tujuan ini Markus memilih dengan mengutamakan cerita tentang perbuatan-perbuatan dan pekerjaan Tuhan Yesus yang besar. Ia memilih teks-teks penting untuk menjelaskan siapa Yesus yang sesungguhnya. Markus juga hendak mengingatkan para pembacanya bahwa dalam situasi yang sulit atau dalam penganiayaan , Tuhan adalah setia, Allah pasti mendengarkan doa mereka dan dan hendak menguatkan iman mereka dengan memberi keyakinan bahwa Allah akan terus bekerja melalui kesaksian iman mereka[7]

2.6. Isi dan  Struktur Kitab
         2.6.1 Isi Kitab Markus[8]
Dibandingkan dengan keempat kitab Injil yang lain, Markus merupakan injil yang terpendek dan mungkin juga yang paling tertua. Bahasanya sederhana, tetapi kisahnya penuh daya Injil matius dan lukas banyak memakai bahan yang ada dalam markus namun mereka mengembangkan dan menyusun bahan bahan itu secara berbeda. Injil Markus banyak berkisah tentang karya Yesus, termasuk mukjizat dan penyembuhan yang di lakukannya.Namun dalam pandangan Markus Mukjizat Yesus yang terbesar adalah sengsara dan kematiannya orang pertama yang memahami mukjizat ini adalah kepala pasukan Roma yang ketika melihat Yesus mati di Salib berkata “Sungguh orang ini adalah Anak Allah “(15:39) [9] Kisah sengsara Yesus yang ada di hadapan Markus dan yang di perluasnya, barang kali pada mulanya di mulai di pasal 14:1 kisah ini di susun dengan jalan menyambungkan apa yang mulanya merupakan tradisi –tradisi lepas yang ditulis mundur dari Salip. Sejarah yang muncul dari dalam cara ini mengisahkan jalan Yesus ke Salip mulai dari pasal 14(bnd.bag.11,3c)Markus memiliki aneka ragam tradisi atau bentuk.Ia menceritakan perbuatan-perbuatan Yesus(penyambuhan-penyembuhan,membangkitkan orang dari kematian, menenangkan badai, berjalan di atas air, memberi makan 5000 orang dll).
2.6.2 Struktur Kitab Markus
a.      Pendahuluan (Mrk 1:1-13)[10]

1:1-8             Pelayanan Yohanes Pembabtis
1:9-11           Yesus di babtis
1:12-13         Yesus di cobia

b.      Pelayanan di Galilea (Mark 1:14-7:23)
1:14-20         Pemanggilan para murid
1:21-3:35      Mukjizat Penyembuhan
4:1-34           Yesus mengajar melalui perumpamaan
4:35-5:43      Mukjizat penyembuhan
6:1-6             Penolakan di Nazaret
6:6b-56         Yesus mengadakan mukjizat
        
c.       Pelayanan di sebelah Utara (Mark 7:24-9:50)
7:24-8:38      Yesus mengadakan mukjizat
9:2-13           Yesus di muliakan di atas gunung
9:14-32         Yesus menyembuhkan orang sakit

d.      Pelayanan Yesus di Yudea (Mark 10:1-13:37)
9:33-12:14    Pengajaran Tuhan Yesus
13:1-37         Khotbah tentang akhir zaman

e.       Minggu-minggu terakhir di yerusalem (Mark 14:1-16:8)
14:1-15:15    Yesus dikhianati, ditangkap dan diadili
15:16-47       Yesus di salibkan
16:1-8           Yesus bangkit
f.       Penutup (Mark 16:9-20)
16:9-20         Misi sedunia

2.7. Ayat Yang Menarik
Menurut kami para penyaji ayat yang menarik yaitu  Markus 16:20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil keseluruh penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”.dimana pada Ayat ini kita sebagai murid Yesus tidak perlu takut untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan karna Tuhan turut bekerja dalam hidup dan setiap langkah kita.

III.                         Kesimpulan
Dari penjelasn yang diatas dapat kami menyimpulkan, bahwa Injil Markus ini juga merupakan bagian dari Injil Sinoptik, Injil Markus adalah kitab tertua dan terpendek, serta Injil Markus merupakan sumber utama yang dituliskan oleh Markus. Kitab ini berisi ucapan-upacapan Yesus, dan merupakan suatu dasar untuk kehidupan orang Kristen.
IV.                         Daftar Pustaka
AKITAB edisi studi , Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta: 2013
John Drane, Memahami Perjanjian Baru, Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2003
Marulak Pasaribu, Eksposisi Injil Sinoptik , Jawa Timur, 2005
M.E.Duyverman, Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru , Jakarta:BPK Gunug    Mulia,2003
Richard W. Haskin,Pengantar Pengantar Perjanjian Baru, 2009
S.wismoady Wahono, Disini kutemukan , Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2002
Willi Marxsen,Pengantar Perjanjian Baru, Jakarta Gunung Mulia,2009



[2] John Drane, Memahami Perjanjian Baru,(Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2003), 207
[3] M.E.Duyverman, Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru ,(Jakarta:BPK Gunug Mulia,2003), 50
[4] Willi Marxsen,Pengantar Perjanjian Baru,(Jakarta Gunung Mulia,2009), 172
[5] S.wismoady Wahono, Disini kutemukan (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2002), 371
[6] John Drane, Memahami Perjanjian Baru (Jakarta:Gunung Mulia, 2008), 214         
[7] Marulak Pasaribu, Eksposisi Injil Sinoptik  (Jawa Timur, 2005), 160
[8] Richard W. Haskin,Pengantar Pengantar Perjanjian Baru(Jakarta, 2004), 134
[9] AKITAB edisi studi ,Lembaga Alkitab Indonesia (Jakarta, 2013) 1618
[10]Marulak pasaribu, Eksposisi Injil Markus (Jawa Timur,2005)162

Tidak ada komentar:

Posting Komentar